Silahkan....

Sabtu, 02 Mei 2009

HASAN BASRI DAN MATA GADIS SOLEHA

Hasan Basri dikenal sebagai ahli fiqih dan tasawuf terkemuka di zamannya. Di masa mudanya ia tergolong pemuda parlente, wajahnya rupawan. Ia menyadari modalnya sebagai pemuda ganteng, mengisi hari-harinya dengan banyak keluar masuk kampung untuk merayu gadis-gadis cantik.
Tiap hari keluar masuk kampung untuk berjalan-jalan menelusuri kota basrah. Kadang ia berjalan kaki, kadangkala ia mengendarai kudanya. Alhasil, Hasan basri muda menjalani hidupnya dengan buram.
Suatu hari tatkala ia sedang berjalan menelusuri kampung, matanya tertumbuk pada seorang gadis cantik yang tengah berjalan sendirian. Dengan terang-terangan Hasan basri mengikutinya. Sampai sang gadis merasa risih akan ulah Hasan basri. Lalu sang gadis itu menegur Hasan basri. “Wahai pemuda apa yang engkau inginkan. Apakah engkau tidak merasa malu membuntuti seorang gadis”.
Hasan basri menjawab, “Malu pada siapa. Di sini tak ada orang lain selain kita berdua”. Sang gadis menjawab,” Malulah kepada Allah, Tuhan yang maha mengetahui setiap langkah yang dilakukan oleh makhluq-makhluq-Nya”.
Ucapan gadis tadi tidak membuat Hasan basri surut untuk mendekati gadis itu. Malah terus menerus berusaha mendekati. Rupanya Hasan basri sudah betul-betul jatuh cinta. Hingga sang gadis hilang kesabarannya. “Apa yang menjadi alasan utama sehingga engkau terus membuntutiku”, tanya gadis tersebut. Tanpa tedeng aling-aling Hasan basri berterus terang, “Sesungguhnya aku telah terpesona oleh lirikan matamu yang sayu”.
Mendengar ucapan itu, sang gadis mengatakan, “Kalau memang itu yang engkau inginkan maka aku pulang sebentar, engkau tunggulah dahulu, nanti engkau akanmendapatkan apa yang engkau inginkan,” katanya. Mendengar janji gadis tadi, berbunga-bungalah Hasan basri. Hasan basri yang memang sudah kena panah asmara, menuruti apa yang dikatakan oleh sang gadis tersebut. Ia yakin bahwa gadis itu bakal memberikan cintanya pada Hasan basri.
Tak lama berselang, datanglah seorang pelayan yang membawa nampan, dan langsung memberikan nampan itu ke Hasan basri. “Tuan inikah yang tuan inginkan dari gadis itu. Tuanku menitipkan pesan agar diberikan langsung kepada tuan”, katanya.
Betapa terkejutnya Hasan basri ketika ia membuka isi nampan itu ternyata berisikan dua buah bola mata yang masih dibasahi darah besar. Si pelayan mengatakan, “Tuan putriku berpesan, bahwa ia tidak menginginkan lirikan matanya menyebabkan orang lain berdosa”.
Mendengar penuturan itu Hasan basri gemetar. Ia tak bisa berkata apa-apa. Tubuhnya lemah lunglai, seluruh persendiannya seakan lepas satu demi satu. Hati kecilnya langsung berkata, “Celaka kau wahai Hasan basri. Cobalah kau bercermin pada gadis itu yang sangat hati-hati dalam menjaga agama dan kehormatannya”.
Dengan penuh penyesalan ia pulang ke rumah sambil menangis sepanjang jalan. Semalaman ia tak dapat memrjamkan mata, karena terus menerus dikejar rasa berdosa. Timbul keinginannya untuk menemui gadis itu dan meminta ma’af. Namun setiba di rumah gadis itu, rumahnya dalam keadaan tertutup. Ketika ditanyakan pada orang-orang di sekitarnya, ternyata gadis tersebut telah meninggal dunia, beberapa saat setelah mencongkel matanya sendiri.
Penyesalan Hasan basri makin menjadi. Berhari-hari ia menyesali kesalahan itu. Hingga pada suatu saat ia bisa tidur, ia bermimpi. Dalam mimpinya ia berdialog dengan gadis itu, “Wahai gadis mulia, aku minta ma’af, saya sudah membuat engkau menderita”.
Sang gadis menjawab, “Wahai Hasan basri, semua kesalahanmu telah aku ma’afkan malah berkat perbuatanmu aku mendapat kebahagiaan besar di sisi Allah”.
Hasan basri mengatakan, “Kalau begitu beri aku nasehat yang bermanfa’at, agar aku bisa selamat dalam menjalani hidup dan kehidupanku hingga akhir hayatku”, katanya.
Sang gadis pun memberikan nasehat, “Berdzikirlah sekalipun engkau dalam keadaan sendiri. Tobatlah dan banyak istighfar setiap pagi dan petang”.
Hasan basri melaksanakan nasehat itu. Sejak itu Hasan basri berubah total. Ia menjadi tekun beribadah, dan banyak menggali ilmu pengetahuan, hingga ia akhirnya dikenal sebagai ulama besar dalam bidang tassawuf dan fiqih.

Label:

posted by Sunfortuner at 17.28

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home