Silahkan....

Kamis, 30 April 2009

SUFI YANG PERNAH JADI PERAMPOK

Nama Fudhail bin Iyadh dikenal sebagai seorang ahli tasawuf. Pikiran-pikirannya banyak dikaji oleh orang-orang yang gandrung akan ilmu agama dan tasawuf.
Namun siapa sangka, kalau Fudhail bin Iyadh mempunyai latar belakang yang kelabu, karena sempat menjadi seorang perompak yang sangat membuat merinding setiap kafilah ataau orang-orang yang dihadangnya.
Fudhail bin Iyadh dkenal sebagai perampok berdarah dingin dan tak kenal belas kasihan. Sehingga namanya sangat dikenal di saat itu, khususnya di kalangan kafilah yang membawa dagangan ke pusat perniagaan.
Dari mulut ke mulut keganasan Fudhail merambat, sehingga setiap orang yang melewati daerah kekuasaannya akan bersiap-siap. Bagi mereka yang bertemu dengan Fudhail dan kelompoknya hanya ada dua kemungkinan, menyerahkan harta bendanya atau kehilangan nyawanya.
Namun kehidupannya berubah 180 derajat, begitu ia terkena anak panah yang sebelum dilepaskan pemanahnya mengucapkan ayat-ayat Allah. Hal ini bermula ketika pada suatu hari, di daerah kekuasaan Fudhail bin Iyadh datang sekelompok kafilah yang membawa dagangan sangat banyak. Salah seorang anggota kafilah mengatakan, wilayah ini merupakan wilayah kekuasaan Fudhail bin Iyadh yang sangat bengis. Lalu dia mengatakan, “apa yang harus kita lakukan.”
Salah seorang dari mereka mengatakan, “sebaiknya kalau kita melihat dia, kita mendahului menyerang Fudhail. Kita langsung panah dia, sebab kalau tidak kita akan dihabisi oleh Fudhail,” katanya.
Akhirnya semuanya sepakat bahwa memang tidak punya pilihan lain, kecuali untuk menyerang Fudhail. Lalu orang yang mengatakan itu langsung melepaskan anak panah, sambil mengucapkan sebuah ayat Al Qur’an. Panah yang diluncurkan itu langsung menancap di anggota badan Fudhail bin Iyadh. Terkena anak panah itu Fudhail bin Iyadh menjerit kesakitan dan pingsan. Setelah siuman ia mengatakan pada anak buahnya. “Ini pasti bukan panah yang biasa. Ini panah yang dilengkapi dengan ayat-ayat Allah, sehingga rasanya sangat sakit luar biasa.”
Panah yang dilontarkan itu diikuti oleh panah berikutnya. Kali ini pun sebelum melepaskan anak panah, orang itu mengucapkan ayat-ayat Al Qur’an. Kali ini jeritan Fudhail bin Iyadh lebih keras lagi. Ia pun pingsan lagi.
Tiba giliran yang ketiga pun melepaskan anak panah dengan mengucapkan ayat-ayat Al Qur’an. Kali ini ia tidak tahan. Ia pingsan lagi. Begitu siuman ia menyatakan pada anak buahnya, bahwa anak-anak panah yang dihujamkan ke badannya bukanlah panah sembarangan, melainkan panah-panah yang sudah dilengkapi dengan muatan lain, berupa ayat-ayat Allah. Lalu ia mengatakan pada anak buahnya, untuk bertobat kepada Allah. “ Sekarang ini aku merasa sangat takut luar biasa, aku ingin meninggalkan perbuatan keji ini. Selama ini ternyata aku terus menerus menyusahkan orang lain dan melakukan dosa-dosa besar.”
Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk meninggalkan kelompoknya menuju Makkah Al Mukarromah untuk bertobat kepada Allah di depan Ka’bah. Namun di tengah perjalanan ia sudah dihadang Khalifah Harun Al Rasyid. Lalu sang khalifah mengatakan, “Wahai Fudhail, aku pernah bermimpi dalam tidurku, seakan-akan ada yang memanggilku dengan suara keras, Sesungguhnya Fudhail itu hanya takut kepada Allah. Sekarang ia memilih menjadi pelayan Allah; karena itu datangilah dia, dan dekatilah dia. “
Mendengar penuturan khalifah Harun Al Rasyid, ia langsung berteriak histeris. “Wahai Tuhanlu, dengan kemulyaan-Mu dan kebesaran-Mu, Engkau masih mencintaiku, orang yang sering melakukan dosa besar dan pernah lari darimu selama 40 tahun.”
Fudhail betul-betul bertobat. Sejak saat itu ia tekun beribadah. Ia tinggalkan kehidupan masa lalunya yang kelabu dan bengis. Ia tinggalkan gurun dan selanjutnya menetap untuk mendalami ilmu-ilmu agama dan melakukan pendalaman di bidang ilmu tasawuf.
Fudhail, ia menjadi orang yang sangat santun sang sangat tawadlu. Ketekunannya membuahkan hasil, sampai akhirnya ia menjadi Ulama besar dan seorang sufi yang sangat terkenal.

Label:

posted by Sunfortuner at 02.28 0 comments